Nama ini tertera di halaman majalah kartini edisi 6 s/d 20 Agustus 2009 yang saya temukan di meja ruang tamu rumah orang tua saya. Bukan tanpa sebab saya tertarik membaca tentang berita ini. karena saya pernah ada dalam moment sejarah hidup beliau yang masih lekat di dalam ingatan saya
Picture
 
Kess adalah nama kecil dari "Kesworo Setiabuddhi", anak lelaki satu-satunya pahlawan nasional Ernest Douwes Dekker atau Dr. Danudiredja Setiabuddhi. Meski lahir di Belanda, Rasa Nasionalisnya tidak perlu diragukan lagi. Baginya , Indonesia adalah Tanah Airnya. Ia Sangat Bangga atas perjuangan ayahnya membela neregi ini, terbebas dari penjajahan Belanda. Kini Ia tengah Sakit dan hidup menumpang di rumah kakak Iparnya, Rudi Nitibaskara, tepatnya di Jl. Cikurai No. 4, Bogor.

Picture
25 tahun yang lalu, di bulan januari 1984, saya menjadi bagian dari moment bahagia perkawinan orang yang saya panggil Om Kess dengan Tante Isye Nitibaskara. saya menjadi dayang pengipas pengantin saat itu. berdiri di belakang singgasana pelaminan mengipasi sang mempelai dengan kipas bulu warna merah, dengan adat jawa yang kental. dalam seragam kemben merah hijau, rambut disanggul. duh dimana saya letakkan foto itu...

dari berita majalah ini pula saya tau bahwa tante Isye meninggal 10 tahun kemudian tepatnya di tahun 1994, karena stroke. sungguh saya menyesal baru mengetahui hal ini sekarang.

Picture
diusianya yang ke 64 tahun, beliau hidup serba kekurangan akibat komplikasi diabetes melitus dan kanker usus yang dideritanya. sampai sampai. untuk menutupi biaya pengobatannya, Om kess harus menjual Rumahnya dan tinggal menumpang bersama putranya di rumah kakak iparnya.bahkan, pada saat Om Kess harus dirawat di rumah sakit, Kakak Iparnya, Rudi Nitibaskara-lah yang membantu mengurusnya.

karena keterbatasan biaya, Om Kess memutuskan untuk berobat jalan saja ke RS PMI, Bogor. Sungguh akhir perjalanan yang mengenaskan untuk seorang anak pejuang seperti beliau yang mengabdikan dirinya, jiwa, raga dan cintanya pada tanah air Indonesia.

sudah sepantasnyalah pemerintah memberikan perhatian lebih pada keluarga pahlawan Indonesia seperti beliau. bantuan pemerintah yang diterianya saat ini adalah bantuan kesehatan sebesar Rp. 3 juta/ th, dana sebesar Rp. 1,5 jt/ bulan. dan pada momen- moment besar seperti 17 agustus, ada bantuan sebesar Rp. 1,5 juta. saat ini Depatrtemen sosial dibawah direktorat kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan pun telah menganggarkan bantuan sejumlah Rp. 15 juta rupiah untuk beliau. sungguh perhatian yang cukup baik dari pemerintah dan dinas terkait.

namun tentunya, dengan penyakit yang di deritanya, ini tidak menutupi kebutuhannya akan pelayanan kesehatan. selayaknya di usia beliau, berkaitan dengan kondisi kesehatannya, beliau bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, tanpa harus juga dibebani pikiran utnu menutupi kekurangan biaya pengobatan atas penyakitnya, yang tentunya kita tahu.. akan sangat membutuhkan banyak biaya

Sebagai seorang yang sangat tau dedikasi beliau untuk bangsa ini, meskipun tidak mengenalnya secara dekat, ingin sekali rasanya mengajak para pesepuh, petinggi pemerintahan, khususnya yang ada di kota bogor , untuk ikut peduli atas nasib beliau, entah bagaimana caranya. mengingat beliau adalah aset berharga bangsa indonesia, terlebih domisili beliau di kota Bogor.

ingin sekali rasanya, di usia senjanya, beliau bisa menikmati hidup dan tak tersia-sia...

semoga tulisan ini bermanfaat